Lamongan, 12/08/2017 Tribratanewslamongan.com – Satlantas Polres Lamongan menyita beberapa kendaraan yang tidak sesuai dengan spesifikasi termasuk 2 (dua) kendaraan yang kedapatan menggunakan knalpot brong. Ada kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat. Ada pula motor yang berknalpot brong, termasuk juga melipat spion kendaraan.

Penindakan dan penilangan yang dilakukan oleh Satlantas Polres Lamongan pagi ini, (12/08) mulai pukul 06.30 hingga pukul 07.30 yang bertempat di Simpang 4 (empat) Taman Makam Pahlawan sudah banyak menemukan pelanggaran. Sebernarnya operasi ini bertujuan untuk menertibkan pengendara motor yang rasanya tidak pernah jera melakukan pelanggaran meski sudah berulang kali di peringatkan terkait kelengkapan surat surat dan kendaraan bermotor. Bahkan ada pula yang nekad tidak memakai helm dengan alasan jarak dekat.

 

Di antara puluhan kendaraan tersebut, ada dua motor yang membuat Kanit Turjawali Polres Lamongan Aiptu Fifin Y. geleng-geleng kepala. Pasalnya kendaraan kendaraan semacam ini yang sering dikeluhkan masyarakat karena kebisingan knalpot brong tersebut.

Kasatlantas Polres Lamongan melalui Kanit Turjawali menjelaskan bahwa pelanggaran yang dilakukan itulah yang dapat memicu kecelakaan lalu lintas, contoh paling umum adalah penggunaan helm. Masyarakat masih kurang peka tentang keselamatan berkendara, ” Kami sudah berupaya memberikan himbauan bahkan kepada anak anak sekolah, berharap masyarakat juga mau bekerja sama demi keselamatan sendiri dan orang lain. ” ujar Aiptu Fifin. ” Terkait knalpot brong yang disita petugas juga pengendara tersebut sudah diminta untuk mengganti dengan knalpot standart baru bisa dikembalikan, ” mengenai knalpot brong yang sempat kami amankan, pengendara sudah kami berikan arahan untuk segera mengganti dan kami tunggu di Polres Lamongan untuk mengambil Kendaraannya” tambah Kanit Turjawali.

Dalam jangka waktu 1 (satu) jam saja Operasi tersebut berhasil mengamankan sebanyak 78 pelanggaran dengan rincian Pelanggaran dengan Barang Bukti BB STNK sebanyak 62 (enam puluh dua), SIM 1 (satu), dan Kendaraan Bermotor sebanyak 15 (lima belas) unit.

Semoga masyarakat tidak hanya takut tapi menjadi taat demi keselamatan disi sendiri dan orang lain.

LEAVE A REPLY