Lamongan, 27/09/2017 Tribratanewslamongan.com – Dendam terhadap perseorangan tidak dibenarkan untuk mengeluarkan atau menjelekkan nama instansi tempat orang tersebut bekerja. Pemilik Akun Jun’dilan atas dasar dendam dan sakit hati karena 2 (dua) kali ditilang Polisi lantas membuatnya mengeluarkan kalimat kotor dan mengatakan “POLISI ASU” dalam komentarnya di Postingan Grup Seputar Lamongan Megilan.

Pemilik akun Jun’dilan mengaku sakit hati karena pernah 2 (dua) kali ditilang polisi, kebetulan ada postingan terkait Operasi di Seputaran Terminal lamongan lalu Laki laki 27 tahun ini menulis komentar ” POLISI IKU KOYOK ASU”, tidak tinggal diam melihat komentar seperti itu Tim Cyber Troops LA langsung mengcounter opini agar persepsi masyarakat tidak melebar kemana mana. Karena tidak ada tanggapan dan dari desakan masyarakat pula agar penulis komentar tersebut diamankan supaya ada efek jera bagi pengguna sosial media yang lain maka Tim Cyber Troop LA melaporkan temuan Hate Speech kepada Unit Satreskrim Polres Lamongan. Berikut Screenshoot komentar pelaku beserta akun fb pelaku ;

Subnit II Polres Lamongan yang dipimpin langsung oleh Kanit Resmob Aiptu Kolik SH selasa sore (27/09) pukul 15.00 wib telah melakukan penangkapan terhadap pelaku yang berinial JN di Warung Kopi. Adapun Barang Bukti yang di amankan petugas adalah Sebuah handphone Smartfren warna putih yang digunakan untuk mengakses media sosial.

Pelaku dijerat dengan pasal UU no.11 tahun 2008 yaitu mendistribusikan atau mentransmisikan atau membuat dapat diakses informasi elektronik yang memiliki muatan penghinaan ,sebagaimana dimaksud dalam pasal UU no 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik .

 

Kasubbaghumas Polres Lamongan menghimbau kepada seluruh pengguna media sosial agar berhati hati dan selalu bijak dalam berinteraksi di media sosial, karena sedikit komentar negatif bisa ditindak pidana, ” Media Sosial memang mudah di akses, bermanfaat tapi juga ada yang menjerumuskan jadi lebih berhati hati dalam menggunakan media sosial” jelas AKP Suwarta.

LEAVE A REPLY