Lamongan,14 Agustus 2017 Wakapolres Lamongan Kompol Arief Mukti,S.A.S,S.H. S.I.K.,M.Si didampingi Kastreskrim Polres Lamongan AKP Yadwivana Jumbo Qantasson,S.I.K menggelar Press Release ungkap kasus penipuan jual beli beras.

Kronologis kejadiannya adalah pada hari Kamis 3 Agustus 2017 sekira jam 11.00 Wib TSK Khoirul Saleh umur 53 tahun warga Ds. Tambaksari Kec. Tajinan Kab. Malang beserta temannya Joko (DPO) warga Kec. Ngarum Kab. Blitar mendatangi gudang penggilingan Padi Sumber Rejeki milik Sdri Heni Dwi Andayani yang terlatak di Dsn Klubuk Ds. Sumbersari Kec. Sambeng Kab. Lamongan untuk memesan beras sebanyak 2650 KG.
Pada Hari Sabtu 6 Agustus 2017 TSK Khoirul Saleh alias Hariono menghubungi korban Via telpon agar korban mengirimkan beras ke Tuban, Korbanpun mengirimkan Beras tersebut, setibanya di pertigaan Compreng Kab. Tuban,Korban bertemu TSK Pratikno alias Budi (DPO) umur 48 Tahun warga Kec. Ngoro Kab. Jombang dan diantar menuju gudang penggilingan Padi milik Sdri Marwah di Dsn Krajan Ds. Magersari Kec. Plumpang Kab. Tuban.

Setelah bongkar Beras Sdri Marwah membayar 18.285.000 guna pembayaran pembelian beras dan uang tersebut diserahkan kepada Pratikno alias Budi (DPO).
Setelah menerima uang tersebut, TSK Pratikno alias Budi (DPO) mengatakan kepada korban bahwa uang hasil penjualan beras akan diserahkan kepada korban di pasar Plumpang dan korban disuruh mengikuti TSK Pratikno alias Budi dengan kendaraan masing-masing. Sesampainya ditengah jalan Korban kehilangan jejak TSK Pratikno alias Budi, kemudian korban menghubungi TSK Khoirul Saleh alias Hariono Via Telp namun nomor yang dihubungi sudah tidak aktif.


Merasa tertipu, kemudian Korban pada tanggal 5 Agustus 2017 melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lamongan, Kemudian Satreskrim Polres Lamongan dipimpin Kasatreskrim AKP Yadwivana Jumbo Qantasson,S.I.K melaksanakan Lidik dan pada hari Kamis tanggal 10 Agustus 2017 di Jl raya Tambaksari Kab. Malang Sat Reskrim Polres Lamongan berhasil menangkap TSK Khoirul Saleh alias Hariono yang merupakan Residivis kambuhan. Satreskrim Polres Lamongan berhasil menangkap TSK beserta barang bukti berupa 1 (satu) unit Mobil Daihatsu Xenia tahun 2014 nopol : L 1756 KF, Sebuah KTP Palsu, 4 (empat) buah Handphone, dan 38 (tiga puluh delapan) Karung berisi beras @ 50 KG/karung. ” Tersangka kami jerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman 4 Tahun penjara,” ujar Wakapolres Lamongan Kompol Arief Mukti,S.A.S.,S.H.,S.I.K.,M.Si.

LEAVE A REPLY